{"id":3852,"date":"2026-05-08T00:07:09","date_gmt":"2026-05-07T17:07:09","guid":{"rendered":"https:\/\/lppm.umuslim.ac.id\/?p=3852"},"modified":"2026-05-09T00:20:57","modified_gmt":"2026-05-08T17:20:57","slug":"3852","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lppm.umuslim.ac.id\/?p=3852","title":{"rendered":"OPINI"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\" style=\"font-size:21px\"><strong>Penelitian Tanpa Arah Hanya Rutinitas: <em>Mengapa Roadmap Keilmuan Sangat Penting?<\/em><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" style=\"font-size:17px\"><strong><em>Oleh: Rahmi Hayati, M.Pd.<\/em><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" style=\"font-size:14px\">Bireuen, 8 Mei 2026<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-4c19825a9ca07bdd3c9bdb35c15c1435 wp-block-paragraph\" style=\"font-size:17px\">Di tengah derasnya tuntutan publikasi ilmiah, akreditasi, hibah kompetitif, dan capaian kinerja dosen, dunia akademik hari ini menghadapi satu persoalan serius: banyak penelitian berjalan tanpa arah yang jelas. Judul berganti setiap tahun, tema berubah mengikuti tren sesaat, dan pengabdian kepada masyarakat sering kali hanya menjadi agenda seremonial untuk memenuhi administrasi. Akibatnya, penelitian kehilangan daya transformasinya, sementara pengabdian masyarakat gagal meninggalkan dampak jangka panjang.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-0f47066495dd9f01bcde6c15551e14bb wp-block-paragraph\" style=\"font-size:17px\"><strong><em>Fenomena ini bukan sekadar persoalan teknis akademik, tetapi krisis orientasi keilmuan.<\/em><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-3c10d54dbda302dc159ea3deed8f58dc wp-block-paragraph\" style=\"font-size:17px\">Tidak sedikit perguruan tinggi yang produktif menghasilkan publikasi, namun minim kontribusi nyata terhadap persoalan masyarakat. Penelitian dilakukan sekadar mengejar luaran, bukan menjawab kebutuhan zaman. Pengabdian dilaksanakan demi laporan kegiatan, bukan sebagai proses pemberdayaan berkelanjutan. Kampus akhirnya sibuk bergerak, tetapi tidak benar-benar maju.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><a href=\"https:\/\/lppm.umuslim.ac.id\/wp-content\/uploads\/Opini1.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"569\" src=\"https:\/\/lppm.umuslim.ac.id\/wp-content\/uploads\/Opini1-1024x569.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-3856\" srcset=\"https:\/\/lppm.umuslim.ac.id\/wp-content\/uploads\/Opini1-1024x569.jpg 1024w, https:\/\/lppm.umuslim.ac.id\/wp-content\/uploads\/Opini1-300x167.jpg 300w, https:\/\/lppm.umuslim.ac.id\/wp-content\/uploads\/Opini1-768x427.jpg 768w, https:\/\/lppm.umuslim.ac.id\/wp-content\/uploads\/Opini1.jpg 1536w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/a><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-d9a57eb70c69a3454d5d4d83a85920be wp-block-paragraph\" style=\"font-size:17px\"><strong><em>Di sinilah pentingnya roadmap penelitian dan pengabdian berbasis bidang keilmuan.<\/em><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-31ebde35b3da9ac954cdd48b47e2415a wp-block-paragraph\" style=\"font-size:17px\">Roadmap bukan dokumen formalitas untuk memenuhi borang akreditasi atau syarat administrasi hibah. Roadmap adalah peta jalan intelektual yang menentukan ke mana arah penelitian dibawa, masalah apa yang ingin diselesaikan, dan kontribusi apa yang ingin diwariskan kepada masyarakat. Tanpa roadmap, penelitian hanya menjadi kumpulan aktivitas yang tercerai-berai tanpa kesinambungan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-53bb49c5b4a0783337aa89a831841614 wp-block-paragraph\" style=\"font-size:17px\">Hari ini kita menyaksikan banyak dosen meneliti topik yang sama sekali tidak berkaitan dengan kepakarannya. Seorang ahli pendidikan matematika tiba-tiba meneliti pemasaran digital karena tema itu sedang populer. Peneliti bidang sosial beralih ke kecerdasan buatan tanpa fondasi keilmuan yang memadai. Bahkan tidak jarang proposal penelitian lebih ditentukan oleh \u201ctema hibah yang sedang dibuka\u201d dibanding kebutuhan pengembangan ilmu itu sendiri.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-81a68806d1db85045da914944680249d wp-block-paragraph\" style=\"font-size:17px\"><strong><em>Akibatnya, kualitas riset menjadi dangkal, tidak konsisten, dan sulit membangun rekam jejak akademik yang kuat.<\/em><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-63de84d54b290d203aee1fc38ceacf50 wp-block-paragraph\" style=\"font-size:17px\">Padahal, perguruan tinggi yang maju di dunia justru dibangun oleh konsistensi roadmap keilmuan. Para peneliti fokus mengembangkan bidang tertentu selama bertahun-tahun hingga melahirkan pusat unggulan riset, inovasi berkelanjutan, dan solusi konkret bagi masyarakat. Mereka tidak sekadar mengejar jumlah publikasi, tetapi membangun identitas akademik yang jelas.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-dc409099d409fb6381cdfb57cb96a4ee wp-block-paragraph\" style=\"font-size:17px\"><strong><em>Indonesia membutuhkan lebih banyak akademisi yang memiliki \u201cbenang merah\u201d keilmuan, bukan peneliti musiman yang berpindah-pindah tema demi mengejar insentif.<\/em><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-798da2d6aaeeb93abe56af32f67427aa wp-block-paragraph\" style=\"font-size:17px\">Roadmap juga penting agar penelitian dan pengabdian tidak berjalan sendiri-sendiri. Selama ini, keduanya sering dipisahkan secara kaku. Penelitian selesai di jurnal, sementara pengabdian hanya berbentuk pelatihan singkat tanpa basis riset yang kuat. Padahal, penelitian seharusnya melahirkan solusi, dan pengabdian menjadi ruang implementasi solusi tersebut di tengah masyarakat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-54c04b7fc8e78d211156c2eb2ad71be3 wp-block-paragraph\" style=\"font-size:17px\">Jika dosen meneliti pembelajaran berbasis budaya lokal, maka pengabdiannya semestinya juga memperkuat implementasi budaya lokal di sekolah dan masyarakat. Jika penelitian fokus pada literasi digital, maka pengabdian harus hadir dalam bentuk pendampingan transformasi digital bagi guru, UMKM, atau komunitas. Inilah ekosistem tridharma yang ideal: riset melahirkan inovasi, pengabdian menghadirkan dampak.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-9e30d0d2c84cbb655535284f11c3a533 wp-block-paragraph\" style=\"font-size:17px\">Selain itu, roadmap keilmuan menjadi sangat penting di era kecerdasan buatan dan disrupsi digital saat ini. Dunia berubah cepat. Banyak pekerjaan akan tergantikan teknologi. Perguruan tinggi tidak bisa lagi hanya menjadi \u201cpabrik ijazah\u201d yang sibuk dengan rutinitas administratif. Kampus harus menjadi pusat produksi pengetahuan dan solusi masa depan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-1658fd96057465277c2f1cb4e800098a wp-block-paragraph\" style=\"font-size:17px\">Namun itu hanya mungkin jika riset dilakukan secara terarah, berkelanjutan, dan sesuai kompetensi keilmuan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-7a4b39a45e2511cb1465272949236088 wp-block-paragraph\" style=\"font-size:17px\">Ironisnya, masih ada budaya akademik yang lebih menghargai kuantitas dibanding kualitas. Dosen didorong menghasilkan banyak penelitian dalam waktu singkat, tetapi tidak diberi ruang membangun roadmap jangka panjang. Akibatnya, penelitian menjadi fragmentaris, kehilangan kedalaman, dan sulit menghasilkan inovasi besar.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-293324930fea7a04459bfb56bb35377c wp-block-paragraph\" style=\"font-size:17px\"><strong><em>Kita perlu mengubah paradigma ini.<\/em><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-f7f97ee7b83c31f1960d7e2def138948 wp-block-paragraph\" style=\"font-size:17px\">Sudah saatnya perguruan tinggi membangun budaya akademik yang lebih visioner. Setiap program studi perlu memiliki peta jalan riset yang jelas dan relevan dengan kebutuhan masyarakat serta perkembangan global. Setiap dosen perlu memperkuat identitas kepakarannya, bukan sekadar mengikuti tren. Setiap kegiatan pengabdian harus lahir dari hasil penelitian yang benar-benar dibutuhkan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-0e03d87fd3409e08742ba7b25122f139 wp-block-paragraph\" style=\"font-size:17px\">Karena pada akhirnya, penelitian bukan sekadar kewajiban administratif. Penelitian adalah investasi peradaban. Dan tanpa arah yang jelas, penelitian hanya akan menjadi rutinitas tahunan yang sibuk di atas kertas, tetapi sunyi dampak di kehidupan nyata.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Penelitian Tanpa Arah Hanya Rutinitas: Mengapa Roadmap Keilmuan Sangat Penting? Oleh: Rahmi Hayati, M.Pd. Bireuen,&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":3855,"comment_status":"closed","ping_status":"","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-3852","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lppm.umuslim.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3852","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lppm.umuslim.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lppm.umuslim.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lppm.umuslim.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lppm.umuslim.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=3852"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/lppm.umuslim.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3852\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3858,"href":"https:\/\/lppm.umuslim.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3852\/revisions\/3858"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lppm.umuslim.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/3855"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lppm.umuslim.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=3852"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lppm.umuslim.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=3852"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lppm.umuslim.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=3852"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}