Tim BRIN Bertandang ke Kampus Umuslim, Ini Agendanya . . .

News.lppm.umuslim.ac.id (23-10-2026)

Laporan: Fina M. – Editor: Wien Manan

Kunjungan tersebut, sebagaimana tertera dalam surat yang ditandatangani Plt. Kepala OR IPSH tersebut, Dr. Muhammad Najib Azca, sehubungan dengan dilaksanakannya kegiatan penelitian berjudul Inovasi Model Pemulihan Pascabencana Berbasis Kependudukan untuk Memperkuat Resiliensi dan Perlindungan Sosial Adaptif di Provinsi Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat yang melibatkan kampus Umuslim.

Agenda pertemuan di kampus Umuslim, bahwa pihak OR IPSH – BRIN perlu melakukan koordinasi, diskusi, wawancara dengan stakeholder yang terkait, dan khususnya pengumpulan data sekunder, yang sangat diperlukan mendukung kebijakan yang diambil.

Sementara Tim Narasumber Universitas Almuslim yang terlibat terdiri Dr. Elfiana, M.Si. dari bidang pertanian; Bdn. Nuraina, S.Tr.Keb., M.Keb. dari bidang kesehatan; Taufik Akbar, S.IP., M.Han.; serta Yenni Rosana, S.T., M.A. dari bidang sosial.

Informasi yang diperoleh dalam pertemuan tersebut, Ketua Tim Peneliti BRIN, Dr. Ary Widiyanto, S.Hut., M.Eng., M.P.P., menekankan pentingnya koordinasi dengan perguruan tinggi dan pemangku kepentingan untuk mendukung penelitian pemulihan pascabencana berbasis kependudukan. Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya memperoleh data dan informasi melalui diskusi, wawancara, serta pengumpulan data sekunder.

Rektor Universitas Almuslim, Dr. Marwan, M.Pd merasa terhormat dan berterimakasih atas kunjungan dan kesempatan yang diberikan BRIN dalam kolaborasi Riset Inovasi tentang Model Pemulihan Pascabencana Berbasis Kependudukan untuk Memperkuat Resiliensi dan Perlindungan Sosial tersebut.

Lebih lanjut Rektor, sebagaimana disampaikan Plt. Kepala LPPM Universitas Almuslim, Dr. drh. Yusrizal Akmal, M.Si menyampaikan apresiasi atas kunjungan BRIN dan menegaskan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi, lembaga riset, dan pemerintah daerah dalam menghasilkan penelitian yang bermanfaat bagi masyarakat. Kegiatan ini dinilai sebagai peluang strategis untuk memperkuat kerja sama penelitian dan menghasilkan rekomendasi kebijakan sesuai kebutuhan masyarakat terdampak bencana.

Ia menjelaskan bahwa bencana tidak hanya menyebabkan kerusakan fisik, tetapi juga berdampak pada kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat, seperti kehilangan mata pencaharian, penurunan pendapatan, dan terganggunya akses terhadap layanan dasar.

Banjir dan tanah longsor yang melanda Kabupaten Bireuen pada November 2025 dan berdampak pada 17 kecamatan menunjukkan pentingnya pemulihan secara menyeluruh. Upaya penanganan tidak cukup berfokus pada tanggap darurat dan perbaikan infrastruktur, tetapi juga perlu mencakup pemulihan penghidupan, kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan masyarakat.

Dalam konteks tersebut, pendekatan Adaptive Social Protection (ASP) atau Perlindungan Sosial Adaptif menjadi penting untuk mengintegrasikan perlindungan sosial, penanggulangan bencana, dan pemulihan mata pencaharian guna memperkuat ketahanan masyarakat dalam menghadapi risiko bencana.

Sebagai bentuk komitmen, LPPM Universitas Almuslim telah berkontribusi dalam berbagai kegiatan penanganan dan pemulihan pascabencana, antara lain penyediaan air bersih, distribusi logistik, pendampingan psikososial kelompok rentan, pemulihan pembelajaran anak terdampak bencana, serta penguatan kesehatan dan gizi masyarakat.

Dan diawal pasca bencana hidrometeorologi, Sivitas Universitas Almuslim, telah berupaya melalui program pemberdayaan masyarakat dan mahasiswa berdampak yang mencakup penyediaan air layak konsumsi, penguatan ketahanan pangan, pemulihan sektor pertanian, dan pemulihan ekonomi UMKM pascabanjir. LPPM juga berkontribusi melalui program Revitalisasi Penyehatan Kawasan Lingkungan Permukiman Terdampak Bencana di Kecamatan Peusangan dan Kecamatan Juli di Kabupaten Bireuen.

Melalui kegiatan ini, LPPM Universitas Almuslim menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kerja sama dengan BRIN dan berbagai pemangku kepentingan dalam mengembangkan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang berdampak nyata bagi pemulihan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat pascabencana. (#).

By Redaksi