
LPPM Umuslim (8/1/2026).
Nama Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, M.P kelahiran Bone, Sulawesi Selatan pada 27 April 1968 ini mencuat dan menjadi buah bibir di tanah air malah dunia internasional. Setelah Presiden memberi dan menyematkan Bintang Jasa Utama atas jasanya dalam pencapaian swasembada pangan beras tahun 2025, di acara Panen Raya dan Pengumuman swasembada pangan di Desa Kertamukti Kecamatan Cilebar, Karawang, Jawa Barat (7/1/2026).

Bisik-bisik tetangga pun beredar, beliau adalah seorang pengusaha dan akademisi pertanian yang diangkat menjabat sebagai Menteri Pertanian pantas dinobatkan sebagai Menteri Kabinet Merah Putih terbaik 2025.
Bisik-bisik tetangga pun beredar, Amran pantas dinobatkan sebagai Menteri Kabinet Merah Putih berkinerja terbaik 2025.
Sebagian besar masyarakat menilai di bawah kepemimpinan Mentan Amran, sektor pertanian menunjukkan kinerja yang konsisten dan berkelanjutan. Peningkatan produksi, penguatan cadangan pangan nasional, serta perbaikan kesejahteraan petani menjadi fondasi utama keberhasilan swasembada pangan Indonesia 2025 lalu.
Survei dari Strategic and Political Insight Network (SPIN, Oktober 2025), Mentan Amran menempati peringkat kedua sebagai menteri berkinerja terbaik dengan tingkat apresiasi publik mencapai 67,3 persen terkait sedikit dari Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’thi.
Komisi IV DPR RI angkat topi pada Mentan Andi Amran, dianggap telah menyukseskan berbagai kebijakan strategis di era Presiden Prabowo Subianto yang telah berdampak secara nyata bagi ketahanan pangan dan kesejahteraan petani (CNBC Indonesia, 25/10/2025).
Hasil survei nasional yang dirilis oleh Center of Economic and Law Studies (CELIOS) menempatkan Mentan Amran salah satu dari lima besar menteri dengan kinerja terbaik. Penilaian ini menjadi pengakuan publik atas kuatnya pertumbuhan sektor pertanian yang terus memberikan dampak nyata terhadap perekonomian nasional.
Juga, Lembaga Riset Independen IndoStrategi, catatkan sejarah pertanian mengesankan, Mentan Amran masuk jajaran menteri terbaik versi Indostrategi (KABARIKA.ID, JAKARTA – 30/4/2025). Amran meraih skor 4,15 dari skala 1 hingga 5, hanya terpaut 0,05 poin dari peringkat pertama yang diraih oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti (4,20 poin
Jauh sebelumnya, SINDOnews (15/10/2024) menulis, Andi Amran Sulaiman memang sosok istimewa – mampu menggagas berbagai kebijakan strategis dan memiliki dampak manfaat yang sangat besar. Salah satu kebijakan tersebut adalah penambahan areal tanam (PAT), gerak cepat mengatasi kekeringan dengan pompanisasi, dan optimasi lahan rawa yang sangat berdampak pada peningkatan produksi padi.
Apa hasil kerja spektakuler dari Amran?
Rabu (7/1/2026) kemarin dalam acara Panen Raya di Desa Kertamukti, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat, Presiden Prabowo Subianto secara resmi mengumumkan keberhasilan Indonesia mencapai swasembada pangan nasional tahun 2025.
“Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, pada pagi hari ini, hari Rabu 7 Januari tahun 2026, saya Prabowo Subianto Presiden Republik Indonesia, dengan ini mengumumkan telah tercapainya swasembada pangan tahun 2025 bagi seluruh bangsa Indonesia,” ujar Presiden Prabowo.

Indonesia surplus beras tahun 2025, yakni meningkat 243,2 persen dalam empat tahun terakhir, menjadikan Indonesia di tahun 2025 menuju swasembada dan memperkuat ketahanan pangan yang semakin kokoh, mandiri, dan berkelanjutan. Ini record yang penting untuk dicatat dan menjadi tonggak sejarah kemandirina pangan Indonesia.
Bapanas menyatakan salah satu bukti pencapaian swasembada beras adalah adanya selisih lebih atau surplus dari produksi yang sudah mampu melampaui kebutuhan konsumsi nasional. Dan capaian ini berhasil diraih lebih cepat dari target nasional, yakni hanya dalam waktu satu tahun dari target empat tahun yang telah ditetapkan pemerintah. Maka, tak hayal semua setuju momentum ini tinta emas bagi Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, M.P yang menjabat Menteri Pertanian sejak 25 Oktober 2023.
Capaian swasembada pangan 2025 tercermin dari sejumlah indikator utama yang menunjukkan penguatan signifikan di sektor pertanian nasional. Data statistik mengunkap, produksi beras nasional tahun 2025 mencapai 34,71 juta ton, ini berarti meningkat 4,09 juta ton atau 13,36 persen dari 2024. Kenaikan produksi tersebut menghasilkan stok beras Perum Bulog pada akhir 2025 tercatat mencapai 3,24 juta ton, berdampak pada stop impor sepanjang tahun 2025.
Presiden Prabowo pun menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya kepada para petani, penyuluh pertanian, serta seluruh komunitas pertanian Indonesia. Menurut Presiden, mereka telah membuktikan bahwa bangsa Indonesia mampu berdiri mandiri.
Menteri Pertanian, Amran menambahkan, keberhasilan ini adalah hasil kerja keras 160 juta petani Indonesia, dengan kebijakan Presiden, yang dipastikan berdampak langsung pada kesejahteraan petani. Nilai Tukar Petani (NTP) pada tahun 2025 mencapai 125,35, tertinggi dalam 25 tahun terakhir, menandakan peningkatan daya beli dan pendapatan petani secara signifikan.
Juga, di sisi perdagangan, sektor pertanian nasional menunjukkan kinerja ekspor yang kuat. Nilai ekspor pertanian pada periode Januari–Oktober 2025 mencapai Rp629,7 triliun, meningkat 33,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Capaian ini menegaskan bahwa pertanian Indonesia tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan domestik, tetapi juga semakin kompetitif di pasar global.
“Swasembada ini adalah kerja terbaik Kabinet Merah Putih dari gagasan besar Bapak Presiden Republik Indonesia dan seluruh penyuluh petani Indonesia,” pungkas Mentan.
Tahun 2025, Jawa Timur menjadi provinsi dengan hasil beras terbanyak di Indonesia, diikuti Jawa Barat dan Jawa Tengah, dengan total produksi nasional mencapai rekor di atas 34,7 juta ton berkat luas panen yang meningkat dan produktivitas yang membaik, mengindikasikan swasembada pangan nasional yang kuat dan surplus beras. (*)

