News.lppm.umuslim.ac.id.

Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Almuslim angkatan XXVIII, hari ini (Senin, 19/01/2026) resmi dilepas oleh Pemerintahan Bireuen di Cot Gapu Kabupaten Bireuen Aceh. Demikian keterangan Kepala LPPM kampus tersebut, Dr. drh. Yusrizal Akmal, M.Si.
Pelaksanaan KKM ini secara khusus menjalankan program pengabdian Tanggap Darurat Bencana, yang berbasis kebutuhan riil masyarakat pascabencana hidrometeorologi di daerah kerja KKM tersebut, dengan lintas fakultas agar pendekatan yang dilakukan bersifat kolaboratif, integratif, dan berkelanjutan, ujar Yusrizal, sebagaimana di rilis pada laman website Umuslim (https://lppm.umuslim.ac.id/).

KKM yang dilaksankan pada Semester Ganjil Tahun Akademik 2025/2026 untuk gelombang – II ini akan menerjunkan sejumlah 740 mahasiswa selama sebulan yang dimulai hari ini 19 Januari s.d. 9 Februari 2026. Sedang pada bulan Desember 2025 lalu telah terlaksana tahap – I yang diikuti 178 mahasiswa di daerah Peusangan Raya.
Dalam laporannya kepada Bupati Bireuen, yang diwakili Wakil Bupati, Ir H Razuardi, MT, Rektor Umuslim menyampaikan bahwa pelaksanaan KKM Tanggap Darurat Bencana merupakan wujud nyata komitmen kampus waqaf ini dalam mengimplementasikan Tridarma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat.
Sehingga insan akademik ini nantinya terbiasa bermasyarakat, memiliki kepekaan sosial, empati, serta kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai persoalan kemanusiaan, terutama di wilayah yang terdampak bencana, yang mereka akan praktekkan nanti. ujar Rektor Dr Marwan yang didampingi Warek II, Dr Sonny M. I. Mangkuwinata MSi dan Warek III, Dr drh Zulfikar MSi.
“Pesan khusus saya sampaikan, agar semua peserta KKM yang akan melakukan pengabdian, agar menjaga sopan santun, bijak bertindak di desa, dan jangan tinggalkan ibadah, khususnya sholat”, pungkas Rektor.
Dalam arahannya, Wakil Bupati menyatakan sangat senang dengan program KKM Tanggap Darurat yang akan telah dilaksanakan tahap-I dua bulan lalu, dan saat ini dengan jumlah yang besar menjalankan – malah melebarkan wilayahnya di hamper semua kecamatan di Bireuen.
“Berikan yg terbaik untuk masyarakat di desa KKM nanti dan jaga sikap dan kearifan local setempat. Juga penting lakukan koordinasi dengan baik, apapun masalah ada solusinya”, pesan Razuardi.
Dalam keterangan lain, Warek II, Dr Sonny M. I. Mangkuwinata menyatakan program KKM Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi yang akan diimplementasikan ini sebenarnya keberlanjutan dari apa yang telah dirintis Satgas Posko Bencana Banjir Umuslim 2025.
Kita menilai program ini dipandang perlu dan strategis dalam membentuk karakter mahasiswa yang tangguh, peduli, serta siap berkontribusi dalam proses pemulihan sosial, edukatif, dan kemanusiaan di wilayah terdampak bencana, tutup Dr Sonny.
Dari data yang dihimpun, melalui Sekretaris LPPM Umuslim, Rahmi Hayati MPd CQAA, bahwa mahasiswa KKM, mulai siang ini dan besok akan diantar ke-26 desa dari 12 kecamatan wilayah kabupaten Bireuen. Diantaranya kecamatan Kota Juang, Peusangan, Peusangan Siblah Krueng, Peusangan Selatan, Jangka, Plimbang, Samalanga, Jeunieb, Sp Mamplam, Peudada, Jeumpa. dan kecamatan Kutablang. (#).

