News.lppm.umuslim.ac.id (Sabtu, 13-12-2025).
Bencana Hidrometeorogi melanda sumatera khususnya di provinsi Aceh berimbas pada terhentinya beberapa pekan program Pendidikan dan pengajaran di kampus. Untuk menjalankan strategi pasca bencana ini, Rektor dan pimpinan di Universitas Almuslim membuat beberapa kebijakan alternatif agar proses dan aktivitas tetap segera dijalankan.
Mulai tanggal 11 Desember kemarin, kampus waqaf ini sudah mulai aktif membuka pelayanan dan menjalankan proses Pendidikan seperti biasa, namun dengan beberapa keterbatasan, sebut Rektor.
“Ya, kita perlu membuat kebijakan strategis yang memandang dua hal. Di satu sisi, program pendididikan dan proses pelayanan alademik di kampus tetap berjalan secara maksimal. Di sisi lain, dengan kondisi pasca banjir ini, juga kita fikirkan cara terbaik yang memudahkan dan melancarkan proses akademik tersebut”, ujar Dr Marwan.
Salah satu strategi, yang harus kita sepakati tentang pelaksanaan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM), yang menurut kalender akademik akan dilaksanakan di bulan Januari-Februari 2026 mendatang, tambah Rektor.
Untuk itu, Rektor Umuslim Dr Marwan MPd, dalam rapat evaluasi KKM tahap pertama, kemarin (Jum’at, 12-12-2025), menawarkan untuk pelaksanaan KKM tahap kedua tahun akademik 2025/2026 tersebut, mahasiswa melaksanakan pengabdian di daerahnya masing-masing yang berdampak bencana Hidrometeorologi.
Dalam program KKM ini dimasukkan dalam paket program pengabdian bada bencana banjir, dapat berupa rekognisi sesuai dengan ketentuan dalam program KKM dan misi Umuslim, ujar Rektor. Dengan demikian, mahasiswa peserta KKM tersebut, dapat langsung atau sekaligus melebur dalam aksi membantu korban bencana banjir, ataupun terlibat dalam kegiatan posko bencana di daerahnya.
“Saya minta kesepakan pimpinan, khususnya LPPM yang membawahi program KKM ini”, harap Rektor.
Dalam konfirmasi dengan Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM), Dr Afkar mengamini keterangan tersebut. Insya Allah, kita di Tim LPPM khususnya devisi yang menangani langsung pengabdian ini akan segera memformulasikan rencana tersebut.
Saat ini, proses pendaftaran peserta KKM tahap kedua, sudah mulai dibuka. Sembari, tim menyiapkan konsep dan SOP tentang program KKM yang berbasis Bencana Bajir tersebut, pungkas Dr Afkar.

