News.lppm.umuslim.ac.id. (27-01-2026).

Sejumlah 609 proposal Program Mahasiswa Berdampak, yang submmit pada 21 Januari 2026 terkait dengan pemberdayaan masyarakat dalam pemulihan dampak bencana di Sumatra Tahun 2026, beberapa diantaranya dimenangkan Universitas Almuslim (Umuslim).
Dari keterangan Kepala LPPM Umuslim, Dr drh Yusrizal Akmal, MSi, bahwa tercatat dalam pengumuman yang dikeluarkan Direktur Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, I Ketut Adnyana pada tanggal 26 Januari 2026 kemarin, proposal kolaborasi dosen dan mahasiswa Umuslim meloloskan 5 proposal unggulan, dari yang dikirim sejumlah 14 proposal.

“Ya, Alhamdulilah, dalam program kemendiktisaintek awal 2026 ini, kita dapat ikut serta dan berhasil lolos dalam menerima Pendanaan Program Mahasiswa Berdampak tersebut” tuturnya.
“Keberhasilan ini tidak hanya menjadi prestasi akademik, tetapi juga bukti bahwa Universitas Almuslim hadir dan memberi solusi nyata bagi masyarakat terdampak bencana. Kami berharap seluruh program dapat dilaksanakan secara optimal, melibatkan mahasiswa secara aktif, serta memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat,” ungkapnya.
Program pasca bencana hidrometeorologi yang terjadi 26 November 2025 lalu, dan merusak melumpuhkan lebih 16 kabupaten/kota di provinsi Aceh, dan Sebagian di Sumatera Utara dan Sumbar Padang, mendapat respon serius dari Kemdiktisaintek. Salah satunya dalam program “Pemberdayaan masyarakat dalam pemulihan dampak bencana di Sumatra Tahun 2026”.
Rektor Universitas Almuslim, Dr. Marwan, M.Pd, menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas capaian tersebut.
“Kami mengucapkan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada para dosen dan tim yang telah berhasil meraih pendanaan Program Mahasiswa Berdampak Tahun 2026. Prestasi ini menunjukkan komitmen Universitas Almuslim dalam mengembangkan tridarma perguruan tinggi yang berdampak langsung bagi masyarakat, khususnya dalam upaya pemulihan pascabencana di wilayah Sumatra,” ujar Dr. Marwan.
Ia menambahkan bahwa capaian ini sejalan dengan visi kampus Waqah ini, sebagai perguruan tinggi yang unggul, berkarakter, dan responsif terhadap persoalan sosial kemasyarakatan.
Program ini menjadi wujud nyata peran perguruan tinggi dalam mendukung pemulihan masyarakat pascabencana melalui inovasi, kolaborasi, dan keberpihakan pada kebutuhan riil masyarakat, pungkasnya.
Dari keterangan Sekretaris LPPM Umuslim, Rahmi Hayati, MPd, CQAA bahwa kontrak program akan dilakukan antara DPPM Kemditisaintek dengan Ketua LPPM/Lembaga sejenis pada PTN/PTS penerima pendanaan tersebut, dalam dua hari ini, dengan cara pencairan dana dilaksanakan dalam satu tahap (100%) sesuai dengan dana yang ditetapkan.
Serta yang penting lagi, ujar Rahmi, aksi pengiriman mahasiswa ke lokasi kegiatan dimulai pada tanggal 28 Januari 2026 dan tinggal bersama masyarakat hingga 28 Februari 2026.
Dari lampiran surat pengumuman DPPM Kemenditisaintek tersebut, lima Tim Dosen & Mahasiswa Penerima Pendanaan dari Umuslim, yakni; (1) Dani Pratama Putra, dkk (Fakultas Pertanian), dengan tema “Pemulihan Sektor Pertanian Pascabencana Hidrometeorologi Melalui Penerapan Teknologi Aquaponik, Sistem Pompa Air Tenaga Surya dan Sterilisasi, serta Hidroponik Fodder pada Kelompok Tani di Desa Pante Lhong. (2) Halus Satriawan, dkk (Pascasarjana) tentang “Penguatan Ketahanan Pangan Pascabencana Banjir Bandang melalui Budidaya Padi dan Hortikultura dalam Polibag Berbasis Material Tanah Sedimen.
Lalu, (3) Imam Muslem R., dkk, (Fakultas Ilmu Komputer) berjudul: “Penerapan Unit Filtrasi Air Minum Portable Berbasis Multi-Stage Filtration untuk Mendukung Pemenuhan Air Layak Konsumsi bagi Pengungsi Pascabencana di Desa Pante Lhong. (4) Muhammad Rizal, dkk (Fak Ekonomi),
mengenai; “Membangun Desa Tangguh Pangan Pascabencana: Sinergi Mahasiswa, Kelompok Tani, dan Karang Taruna dalam Pemulihan Produksi dan Mitigasi Banjir Bandang di Aceh”.
Serta (5) Nuraina, dkk (Fak Kesehatan) bertajuk “Integrasi Pemulihan Status Gizi dan Penguatan Kesehatan Ibu dan Anak melalui Penguatan Posyandu dan Pendampingan Berkelanjutan Kesejahteraan Keluarga di Kecamatan Peusangan Siblah Krueng, Kabupaten Bireuen”.
Program Mahasiswa Berdampak menjadi ruang strategis bagi kolaborasi dosen dan mahasiswa dalam mengimplementasikan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk menjawab tantangan sosial, khususnya dalam konteks pemulihan pascabencana, ketahanan pangan, kesehatan, dan ketersediaan air bersih.
Dengan lolosnya lima proposal ini, Universitas Almuslim kembali menegaskan perannya sebagai kampus berdampak, yang tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga berkontribusi nyata bagi kemanusiaan dan pembangunan berkelanjutan.
Selamat kepada seluruh tim Umuslim yang memenangkan program ini. Semoga amanah ini menjadi ladang pengabdian dan kebermanfaatan bagi masyarakat Aceh dan Sumatra. (#)

