News.lppm.umuslim.ac.id. (23-01-2026)

Universitas Almuslim (Umuslim) kembali menegaskan komitmennya dalam pengabdian kepada masyarakat melalui pelaksanaan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Tanggap Darurat Tahun 2026. Program ini dirancang sebagai respons nyata terhadap kebutuhan masyarakat desa terdampak bencana, dengan mengedepankan pendekatan kolaboratif, humanis, dan berkelanjutan.
KKM Tanggap Darurat Umuslim yang dilaksanakan mulai Senin (19-01-2026) lalu menerjunkan 740 mahasiswa dari lintas program studi. Kegiatan yang mengusung pesan enam program kerja utama difokuskan pada pemulihan kondisi sosial, ekonomi, dan lingkungan masyarakat pascabencana.
Rincian garis besar program yang menjadi unggulan KKM ini, yakni (1) Rehabilitasi Infrastruktur Sederhana, (2) Penyuluhan dan Edukasi Mitigasi Bencana, (3) Pemberdayaan Ekonomi melalui Pendampingan UMKM, (4) Peningkatan Kualitas Lingkungan Hidup, (5) Penyediaan dan Optimalisasi Sumber Air Bersih, dan (6) Trauma Healing.
Program tersebut diharapkan mampu memberikan dampak langsung sekaligus pemulihan pascabencana dan membangun ketangguhan masyarakat dalam menghadapi bencana di masa depan.
Enam Program Kerja Utama KKM Tanggap Darurat Umuslim 2026
(1). Rehabilitasi Infrastruktur Sederhana
Mahasiswa bersama masyarakat melakukan perbaikan ringan terhadap fasilitas umum yang terdampak bencana, seperti jalan lingkungan, saluran drainase, rumah ibadah, dan fasilitas pendidikan. Kegiatan ini bertujuan mendukung pemulihan aktivitas sosial dan ekonomi warga desa.
(2). Penyuluhan dan Edukasi Mitigasi Bencana
Program ini berfokus pada peningkatan literasi kebencanaan masyarakat melalui sosialisasi, simulasi, dan edukasi tentang mitigasi bencana. Mahasiswa berperan sebagai fasilitator dalam menanamkan kesadaran kesiapsiagaan dan pengurangan risiko bencana sejak dini.
(3). Pemberdayaan Ekonomi melalui Pendampingan UMKM
KKM Umuslim turut mendorong pemulihan ekonomi warga dengan memberikan pendampingan kepada pelaku UMKM, meliputi penguatan manajemen usaha, inovasi produk, pengemasan, serta pemasaran sederhana berbasis potensi lokal.
(4). Peningkatan Kualitas Lingkungan Hidup
Melalui kegiatan gotong royong, penghijauan, dan pengelolaan sampah, mahasiswa bersama masyarakat berupaya menciptakan lingkungan desa yang bersih, sehat, dan berkelanjutan sebagai bagian dari pemulihan pascabencana.
(5). Penyediaan dan Optimalisasi Sumber Air Bersih
KKM Tanggap Darurat Umuslim juga menaruh perhatian pada akses air bersih, baik melalui perbaikan sarana air, pembersihan sumber air, maupun edukasi perilaku hidup bersih dan sehat untuk mencegah penyakit pascabencana.
(6). Trauma Healing
Program trauma healing ditujukan khusus bagi anak-anak dan kelompok rentan yang terdampak secara psikologis. Kegiatan dilakukan melalui pendekatan edukatif, permainan, seni, dan pendampingan emosional guna membantu pemulihan kesehatan mental masyarakat.
Wujud Nyata Kampus Berdampak
Pelaksanaan KKM Tanggap Darurat ini sejalan dengan semangat “Kampus Berdampak”, di mana mahasiswa tidak hanya belajar di ruang kelas, tetapi juga terlibat langsung dalam menyelesaikan persoalan nyata di masyarakat. Melalui sinergi antara mahasiswa, dosen pembimbing, pemerintah desa, dan masyarakat, Universitas Almuslim berharap program ini mampu memberikan kontribusi signifikan bagi pemulihan desa terdampak bencana.
Dengan enam program kerja utama tersebut, KKM Tanggap Darurat Universitas Almuslim 2026 diharapkan menjadi model pengabdian yang adaptif, responsif, dan berorientasi pada keberlanjutan, sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dalam pembangunan masyarakat yang tangguh dan berdaya.
Selamat menjalankan KKM, Semangat Mengabdi bagi nanggroe. (#)

