Mahasiswa KKM Umuslim, Aksi Pemulihan Perpustakaan Lueng Daneun Pasca Bencana Hidrometeorologi

News.lppm.umuslim.ac.id.  (2-2-2026).

Perpustakaan Gampong Lueng Daneun, Kecamatan Peusangan Siblah Krueng, Kabupaten Bireuen, dahulu dikenal sebagai salah satu perpustakaan desa terbaik di Aceh. Perpustakaan ini berhasil meraih Juara I dalam ajang Apresiasi Penyelenggaraan Perpustakaan Umum Terbaik (Desa/Kelurahan) Tingkat Provinsi Aceh Tahun 2025 dengan nilai tertinggi 997 poin, mengungguli lima perpustakaan desa lain dari berbagai kabupaten/kota di Aceh. Keputusan juara ini ditetapkan melalui berita acara yang ditandatangani oleh tim juri dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh pada 4 Agustus 2025 lalu.

Prestasi tersebut tidak hanya menjadi kebanggaan masyarakat setempat, tetapi juga membawa nama baik desa karena perpustakaan berpeluang untuk mewakili Aceh pada lomba serupa di tingkat nasional. Keberhasilan ini dinilai sebagai hasil dari kerja sama seluruh elemen gampong, termasuk perangkat gampong, relawan perpustakaan, pemuda

Namun, kebahagiaan atas prestasi itu sempat memudar setelah banjir besar dampak dari bencana hidrometeorologi melanda wilayah Gampong Lueng Daneun beberapa waktu lalu. Banjir tersebut mengakibatkan kerusakan pada fasilitas perpustakaan, termasuk dinding yang tampak kusam, koleksi yang basah, serta ruang baca yang tidak lagi nyaman digunakan. Kondisi ini membuat aktivitas membaca dan belajar di perpustakaan sempat terhenti karena bangunan belum layak dikunjungi masyarakat.

Untuk mengembalikan fungsi perpustakaan sebagai pusat literasi masyarakat pasca bencana, dilakukan kegiatan pengecatan ulang Perpustakaan Desa pada Minggu, (1-2-2026) ba’da dzuhur, yang dilaksanakan sekitar 30 mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Tanggap Darurat Bencana Universitas Almuslim (Umuslim) Peusangan kabupaten Bireuen.

Mahasiswa beserta dosen pendamping lapangan (DPL), Intan Zuhra MPd, mulai melakukan pengecatan pada dinding bagian dalam dan luar perpustakaan yang terdampak banjir agar kembali bersih, cerah, dan layak digunakan.

“Dengan warna baru yang lebih cerah dan dinding yang sudah diperbaiki, kami berharap perpustakaan ini bisa kembali menjadi tempat favorit anak-anak dan masyarakat untuk membaca dan belajar,” ujar dosen pada FKIP Umuslim ini.

Pengecatan ulang ini bukan sekadar memperindah tampilan fisik bangunan, tambah Intan, namun juga sebagai simbol kebangkitan kembali kegiatan literasi masyarakat setelah kondisi desa terdampak bencana.

Ia berharap setelah proses pengecatan selesai, perpustakaan desa dapat kembali beroperasi secara optimal dan menjadi ruang belajar yang nyaman bagi anak-anak dan pelajar.

Sementara itu, Keuchik Gampong Lueng Daneun menyampaikan apresiasi atas keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan pengecatan ulang. Ia mengatakan bahwa bantuan mahasiswa serta dukungan masyarakat sangat berarti dalam mempercepat proses pemulihan fasilitas umum pasca bencana. Ia juga berharap bahwa prestasi yang pernah diraih oleh perpustakaan desa dapat terus dipertahankan dan bahkan ditingkatkan, meskipun sempat mengalami kemunduran akibat bencana.

Dengan diselesaikannya pengecatan ulang ini, Perpustakaan Gampong Lueng Daneun diharapkan tidak hanya pulih secara fisik, tetapi juga mampu kembali menjadi pusat literasi yang menginspirasi masyarakat. Kegiatan ini sekaligus menjadi bukti nyata bahwa semangat belajar, gotong royong, dan kebersamaan antara mahasiswa dan warga dapat membantu desa bangkit dari keterpurukan pasca bencana. (#)

By Redaksi