News.lppm.umuslim.ac.id. (09-02-2026)

Kegiatan pengabdian mahasiswa Universitas Almuslim (Umuslim) dalam program Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) angkatan XXVIIItahap-II, sejak 19Jan lalu, kemarin secara resmi dinyatakan berakhir (Senin, 9-2-2026).
Pelaksanaan KKM Pascabencana Hidrometeorologi yang dilaksanakan di 26 desa dari 12 kecamatan wilayah kabupaten Bireuen tersebutmenjalankan program pengabdian Tanggap Darurat Bencana, yang berbasis kebutuhan riil masyarakat pascabencana hidrometeorologi di daerah kerja KKM, ujar Kepala LPPM Dr drh Yusrizal MSi.
Universitas Almuslim secara resmi melaksanakan kegiatan penjemputan mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Angkatan XXVIII Tahap II yang telah menyelesaikan pengabdian pasca tanggap darurat bencana hidrometeorologi di Kabupaten Bireuen. Kegiatan ini menjadi penanda berakhirnya rangkaian pengabdian mahasiswa di tengah masyarakat terdampak bencana sekaligus wujud nyata peran perguruan tinggi dalam pemulihan sosial dan kemanusiaan.
Secara resmi Bupati Bireuen, H Mukhlis ST menutup dan menyerahkan Kembali sejumlah 740 mahasiswa yang melaksanakan KKM di Kantor Bupati Cot Gapu Bireuen.

Mukhlis, dalam acara penyerahan tersebut, mengapresiasi suksesnya agenda yang diprogramkan pada pelaksanaan KKM, dan sedkit banyak berdampak serta memberi kontribusi nyata pada masyarakat desa.
Lebih lanjut, Bupati Bireuen berharap dalam proses pemulihan pascabencana, hal yang amat mulia dan penting kita berkolaborasi saling membantu tannggap darurat serta pemulihan pascabencana. Dan ini telah kita buktikan antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi demi memperkuat ketangguhan masyarakat menghadapi bencana di masa lalu dan mendatang.
Rektor Universitas Almuslim, Dr Marwan MPd, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan apresiasi yang tinggi kepada seluruh mahasiswa yang telah mengabdikan diri dengan penuh dedikasi. Ia menegaskan bahwa KKM tidak sekadar pemenuhan kewajiban akademik, tetapi merupakan proses pembentukan karakter, empati, dan kepedulian sosial mahasiswa terhadap persoalan riil masyarakat.
Pada KKM Tahap II, sebanyak 740 mahasiswa diterjunkan ke 12 kecamatan yang mencakup 26 desa di Kabupaten Bireuen. Sebelumnya, pada KKM Tahap I, Universitas Almuslim juga telah mengirimkan 178 mahasiswa untuk melakukan pengabdian serupa di wilayah terdampak bencana, ujar Rektor.

“Melalui KKM pascabencana ini, mahasiswa belajar langsung tentang nilai kemanusiaan, gotong royong, kebersamaan, dan kepemimpinan di tengah situasi krisis,” tambahnya.
Rektor Universitas Almuslim menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Bireuen, para camat, keuchik, serta seluruh masyarakat desa atas dukungan dan kerja sama yang luar biasa selama pelaksanaan KKM. Ia berharap pengalaman pengabdian ini menjadi bekal berharga bagi mahasiswa dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa.
Sebagai bentuk penguatan dampak dan keberlanjutan program, Universitas Almuslim bersama dosen dan mahasiswa turut menginisiasi dan melaksanakan enam Proposal Hibah Tanggap Darurat Bencana Tahun 2025, yang meliputi rehabilitasi sanitasi dan air bersih berbasis teknologi, distribusi logistik terpadu, pendampingan psikososial dan trauma healing, pemulihan pembelajaran berbasis literasi digital STEM, hingga penguatan kesehatan dan gizi masyarakat pascabencana.
Tidak hanya itu, Universitas Almuslim juga memperoleh kepercayaan nasional melalui Program Mahasiswa Berdampak: Pemberdayaan Masyarakat dalam Pemulihan Dampak Bencana di Sumatra Tahun 2026 berdasarkan SK Nomor 0156/C3/AL.04/2026, dengan lima proposal strategis yang berfokus pada ketahanan pangan, pemulihan sektor pertanian, penyediaan air layak konsumsi, penguatan kesehatan ibu dan anak, serta pembangunan desa tangguh bencana.
Selama pelaksanaan KKM Tahap II, mahasiswa mengimplementasikan enam program kerja utama, yakni rehabilitasi infrastruktur sederhana, edukasi mitigasi bencana, pendampingan UMKM, peningkatan kualitas lingkungan hidup, penyediaan dan optimalisasi air bersih, serta program trauma healing bagi anak-anak dan kelompok rentan.
Kegiatan penjemputan ini tidak hanya menjadi akhir dari sebuah program, tetapi juga awal dari komitmen berkelanjutan Universitas Almuslim dalam menghadirkan pendidikan tinggi yang berdampak nyata bagi masyarakat. (#)

