News.lppm.umuslim.ac.id (8/8/2026)

Limbah organik rumah tangga di Desa Pante Lhong, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen belum dimanfaatkan secara optimal, sementara penggunaan pupuk kimia dipakai terus-menerus. Hal ini dipastikan meningkatnya biaya produksi dan berdampak pada kualitas tanah. Untuk menjawab persoalan tersebut, dilaksanakan kegiatan pengabdian dalam bentuk sosialisasi dan pelatihan pembuatan pupuk organik cair (POC) yang disertai demonstrasi langsung pada Rabu, 15 Juli 2026.
Kegiatan yang dilaksanakan mahasiswa KKM Tematik Angkatan XXIX Universitas Almuslim Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026, ini melibatkan ibu-ibu PKK, petani, kelompok tani, dan pemuda desa, sebut Rozi Aulia yang merupakan Ketua Kelompok-1 KKM tersebut.
Dosen Pendamping Lapangan (DPL), Dani Pratama Putra, S.Pi., M.Ling meng-amin-kan keterangan tersebut.
Para mahasiswa yang terdiri atas 20 personil, berasal dari prodi Teknik Industri Pertanian, Kehutana, Ekonomi Pembangunan, Adminisitrasi Bisnis, Administrasi Publik, Hubungan Internasional, dan Teknik Sipil, tambah Dani Pratama.
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, saya nilai efektif dan merupakan aplikasi langsung dari kegiatan KKM profesi dan tematik ini. Karena dapat langsung meningkatkan pengetahuan dan keterampilan warga dalam mengolah limbah organik menjadi produk bernilai guna, sebut dosen Akuakultur Fakultas Pertanian Universitas Almuslim (Umuslim) ini.

Dalam keterangannya, Keuchik Pante Lhong, Murizal Haryanto dan Sekretaris Desa, T. Isnaini, sangat mendukung dan ikut langsung memantau jalannya pelatihan.
Apa yang mahasiswa Umuslim lakukan tersebut, ujar Keuchik, sangat membantudan upaya pemberdayaan masyarakat, juga terbukti mampu mendorong kemandirian kelompok tani dan menekan biaya produksi pertanian di tingkat rumah tangga nantinya.
Kegiatan ini kami harapkan akan mendorong masyarakat untuk memproduksi POC secara mandiri, mendukung praktik pertanian yang berkelanjutan, serta memperkuat pengelolaan limbah organik rumah tangga di desa, pungkas Keuchik Murizal.
Nada yang sama disampaikan Ketua Pemuda desa, Nasruddin, bahwa kegiatan ini sangat menggerakkan para pemuda dan petani. Mereka mendapat ilmu dari pelatihan yang dikuti tersebut. Mulai dari mempelajari bahan-bahan yang digunakan, tahapan pembuatan, proses fermentasi, hingga cara aplikasi POC pada tanaman.
Keterangan lain yang disampaikan, Zahara Zulkarnaini, anggota kelompok KKM yang berasal dari prodi Teknik Industri Pertanian, bahwa metode yang kami gunakan, dilakukan beberapa tahapan.
Mulai dari observasi dan analisis kebutuhan, terkait pengelolaan limbah organik rumah tangga dan pola penggunaan pupuk di kalangan petani setempat, sosialisasi dan pelatihan, demonstrasi langsung – dengan praktik tahapan pembuatan POC, juga diskusi dan tanya jawab dengan peserta pelatihan, urainya. (#)

