News.lppm.umuslim.ac.id (16/8/2026)

Dalam rangka melaksanakan ketentuan Peraturan Kemendiktisaintek Nomor 9 Tahun 2026 tentang Akreditasi Jurnal Ilmiah, untuk menjamin mutu dan keandalan tata kelola jurnal ilmiah diperlukan petunjuk teknis yang menetapkan standar dan persyaratan minimum akreditasi jurnal ilmiah. Maka, Dirjen Sains dan Teknologi, Prof. Ahmad Najib Burhani, PhD. menerbitkan Juknis Akreditasi Jurnal Ilmiah dengan surat keputusan Nomor 374/DST/D.D1/HM.01.01/2026 tanggal 6 Agustus 2010 lalu.
Informasi dari kepala LPPM Universitas Almuslim Bireuen, Dr drh Yusrizal Akmal M.Si, menyatakan hal ini yang ditunggu semua pengelola jurnal, tidak terkecuali di lingkungan perguruan tinggi. Khususnya prihal pedoman dan teknis bagi pengajuan usulan dan proses penilaian akreditasi jurnal ilmiah.
Keputusan yang diteken Dirjen, doktor bidang Religious Studies dari University of California-Santa Barbara (UCSB), Amerika ini, memuat paradigma pengelolaan dan penerbitan jurnal secara elektronik dan pengindeksan jurnal serta pengukuran metrik kinerja jurnal.

Yang katanya, perlu diikuti oleh peraturan kebijakan yang mendukung pemeringkatan, penghargaan, dan sanksi terkait jurnal ilmiah melalui proses akreditasi jurnal ilmiah dan/atau digunakan dalam proses penilaian angka kredit bagi periset/dosen.
Menanggapi hal tersebut, Dr. Yusrizal, menambahkan, bagi pengelolaan jurnal ilmiah di Universitas Almuslim perlu memperhatikan pentingnya pengindeksan metadata artikel pada jurnal ilmiah yang diterbitkan, sebagai salah satu cara diseminasi global melalui pengindeksan di lembaga pengindeks bereputasi nasional dan internasional.
Memang, Kemendiktisaintek mengakui ada permasalahan utama yang menyebabkan jurnal ilmiah di Indonesia belum dapat terindeks di pengindeks bereputasi, antara lain; visibilitas dan aksesibilitas jurnal ilmiah belum baik karena masih banyak jurnal di Indonesia yang belum menerapkan manajemen jurnal ilmiah secara daring penuh. Juga mungkin standar kelengkapan laman jurnal ilmiah belum memenuhi standar yang diperlukan oleh pengindeks bereputasi.
Download . . .

Disamping itu yang penting lagi, jelas Dr Yusrizal, penyaringan, penelaahan, dan penyuntingan kualitas artikel ilmiah oleh mitra bestari dan/atau editor dan perbaikan gaya selingkung yang belum baik dan konsisten. Disamping, masih banyak jurnal belum menerbitkan artikel ilmiah yang spesifik atau unik dalam bidang ilmu tertentu yang mempunyai dampak atau kontribusi signifikan bagi pengembangan IPTEK.
Akhirnya, Kepala LPPM Umuslim ini, menganjurkan untuk dijaga, pertama bahwa artikel yang dimuat harus berdampak, salah satunya banyak yang disitasi pembaca, dan referensi yang digunakan mengambil (sitasi) dari jurnal top yang terindeks sinta-1 atau 2, dan scopus. Kedua, upayakan tim editor (Editorial Board) yang memiliki rekam jejak publikasi yang baik sesuai dengan bidang ilmu jurnal ilmiahnya, dan afiliasinya bervariasi dari berbagai Lembaga ilmiah (perguruan tinggi) nasional dan/atau internasional. (#).
Breaking News…


