News.lppm.umuslim.ac.id (24/7/2026).

Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek, Dr. Muhammad Fauzan Adziman, ST., M.Eng, dalam gelar diskusi bersama para Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) serta dosen peneliti dari berbagai Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di lingkungan LLDIKTI Wilayah XIII Aceh, menyampaikan manah penting, diantaranya yakni agar perlunya penguatan ekosistem riset dalam mencapai program kampus berdampak.
Dirjen Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek dorong penguatan ekosistem riset PTS Aceh menuju kampus berdampak, sebut Dr. Muhammad Fauzan Adziman, dihadapan 200 peserta diskusi. Kegiatan yang mengambil tema “Penguatan Ekosistem Riset dan Inovasi Perguruan Tinggi Menuju Kampus Berdampak dan Berdaya Saing Global” tersebut berlangsung di Aula Universitas Serambi Mekkah (USM), Kamis (23/7/2026).
Lebih lanjut, Dirjen Risbang,, menambahkan bahwa transformasi perguruan tinggi saat ini tidak lagi hanya diukur dari banyaknya publikasi ilmiah, tetapi dari kemampuan menghasilkan riset yang mampu menjawab persoalan nyata masyarakat, mendorong inovasi, dan meningkatkan daya saing bangsa.
“Arah kebijakan riset nasional kini difokuskan pada riset berbasis pemecahan masalah atau problem solving, hilirisasi hasil penelitian, penguatan kolaborasi perguruan tinggi dengan industri, serta peningkatan dampak riset terhadap pembangunan nasional”, ujar Muhammad Fauzan.
Alhamdulillah, kita terus menunjukkan peningkatan pada Global Innovation Index (GII) 2025, terutama dalam aspek kolaborasi riset kampus dengan industri, sehingga perguruan tinggi dituntut menjadi motor penggerak lahirnya inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, pungkasnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala LPPM Universitas Almuslim, Dr drh. Yusrizal Akmal, M.Si yang saat ini mengelola lebih 50 proposal riset hibah Bima Kemdiktisaintek tahun 2026 dan BRIN Indonesia Maju 2026, menyatakan bahwa keberhasilan perguruan tinggi saat ini tidak hanya diukur dari capaian publikasi ilmiah, tetapi juga dari kemampuan riset dalam memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan pembangunan daerah.
Menurutnya, riset perguruan tinggi harus diarahkan pada penyelesaian persoalan strategis berbasis kebutuhan masyarakat dan potensi lokal. Hasil penelitian tidak cukup berhenti sebagai luaran akademik, tetapi harus mampu menghasilkan inovasi, teknologi tepat guna, rekomendasi kebijakan, serta model pemberdayaan yang dapat diterapkan.
“Kampus berdampak membutuhkan perubahan paradigma penelitian. Riset harus mampu menjawab persoalan masyarakat dan menghadirkan solusi yang memberikan manfaat secara langsung,” ujar Dr. Yusrizal Akmal.
Alhamdulillah, kita dengan dukungan Rektor, terus memperkuat ekosistem penelitian dan pengabdian melalui peningkatan kapasitas dosen, pendampingan proposal, pengembangan hibah internal, serta fasilitasi keterlibatan dosen dalam program hibah nasional. Upaya tersebut juga didukung melalui peningkatan kinerja riset berbasis SINTA, melalui penguatan publikasi, kolaborasi penelitian, dan inovasi sivitas akademika, pungkasnya. (#)
Berita Terkait . . .



